THEME BY BAUDELAIRED
bawah-langit
🌼

kurniawangunadi:

Pelaku Utama adalah Diri Sendiri

Memang sulit sekali mengakui bahwa ada hal-hal yang salah di dalam diri ini. Pengedalian diri terhadap emosi, terhadap ekspektasi, terhadap lisan, terhadap pikiran, dan hal-hal yang selama ini merusak banyak sekali hal dalam hidup sendiri.

Membuat tangisan, menjauhkan orang-orang baik, menjauhkan rezeki, membuat orang tak ingin dekat, hingga menutup kesempatan-kesempatan yang tak kita tahu sama sekali.

Memang sulit mengakui bahwa segala sesuatu yang terjadi selama ini - yang sering kali diri merasa sebagai korban, ternyata diri adalah pelaku sebenarnya. Pelaku yang selama ini tak pernah belajar dari satu kesalahan ke kesalahan lainnya.

Bahkan saat diri sedang membaca tulisan ini pun, diri menolak bahwa apa yang tertulis ini benar. Seketika muncul di dalam benak, ragam alasan dan pembenaran yang selama ini menjadi bentuk pertahanan diri. Bertahan dari rasa bersalah karena tidak bisa menerima bahwa selama ini diri bukan korban, tapi pelaku utama.


sederhana——indah:

“ Just like the sky, we always attached to Allah. Macam langit. Kat mana je kita ada, langit tetap berada di atas kepala. Macam tu la pertalian kita dengan Allah. DIA selalu bersama kita. Dan seperti langit tu juga, takdir dan peluang itu luas dan sentiasa bersilih ganti. Hari ni hujan, tak semestinya esok akan terus hujan. Mungkin esok, mentari akan bersinar. Manusia juga begitu. Hari ini bersedih dan terluka, tapi esok, mungkin akan muncul bahagia. Asal jangan kita berhenti berharap dan yakin pada perancangan-Nya.


Ketika diri rasa kehilangan, carilah apa-apa yang hilang itu dalam doa. Tersenyumlah. Allah mendengarmu lebih dari apa yang kamu tahu.“


- sederhanaindah


kurniawangunadi:

Berpikir Positif pada Hidup Sendiri


Dulu aku sempat bertanya-tanya pada guruku,“Mengapa kita membuat rencana sedemikian rupa buat masa depan, padahal ujung-ujungnya kalau takdirnya berkata lain - ya bubar semua.”

Aku pernah berpikir buruk tentang masa depanku sendiri. Sewaktu kuliah dan bingung harus ke mana setelah itu, aku masih tidak yakin bahwa masa depanku akan bisa mencapai hal-hal yang pernah kutulis dalam rencanaku.

Guruku mengajarkan untuk tidak pernah putus harapan kepada Tuhan. “Jika saat ini kamu memiliki bibit tanaman ditanganmu, tetaplah tanam sekalipun kamu tahu besok pagi akan kiamat.” Aku belajar untuk berpikir positif dengan hidupku sendiri.

Karena dari hidup yang telah berjalan, aku diajarkan oleh mereka jika orang pertama yang “hijack” hidupku adalah diriku sendiri.

Diriku sendiri yang mematahkan mimpi.

Diriku sendiri yang tidak yakin sama diri sendiri.
Diriku sendiri yang menghalangi untuk mengambil kesempatan karena terus menerus memelihara rasa takut
.

Diriku sendiri yang tidak pernah memberi penghargaan yang layak untuk apa-apa yang sudah dilakukan.

Diriku sendiri yang mengerdilkan apa-apa yang aku lakukan.

Diriku sendiri yang menghalangiku mendapatkan pelajaran karena terus menerus merasa benar dan keras kepala, tidak bisa menerima nasihat.

Diriku sendiri yang menghalangiku dari orang-orang baik karena aku berdiam diri, mengurung diriku, tak mau mulai berkenalan dengan orang dan membuka diri.

Diriku sendiri, yang selama ini melakukan semua itu. Dan aku tidak bisa menerima kenyataan itu, melempar kesalahan-kesalahan diri sendiri ke orang lain. Orang lain yang jahat, orang lain yang begini dan begitu. Seolah-olah hidupku paling menderita dan tidak bisa melihat orang lain yang kubenci juga bahagia. Hidupku penuh dengan rasa benci.

Dulu.

Kini aku merasa telah melewati semua itu. Banyaknya orang yang silih berganti dalam hidup. Ada yang membawa kebaikan, ada yang membawa pelajaran. Yang penting bisa terus melihat dari sisi positif, melihat ke dalam diri dan banyak refleksi.

Dunia ini terus berjalan dengan beragam situasi. Ada kondisi baik, ada kondisi yang mungkin tidak sejalan dengan apa yang kita inginkan. Tetaplah membuat rencana buat hidup sendiri. Hal-hal baik di masa yang akan datang yang ingin diraih, yang ingin diperjuangkan. Percaya terus kepada Tuhan yang memiliki hidup, Dia tidak mungkin membuat takdir yang buruk. Semua takdir itu baik, kita sajalah yang sering salah memahami maksudNya. Mungkin karena keterbatasan ilmu kita, atau mungkin karena bebalnya diri kita, kerasnya hati kita untuk menerima nasihat dan kebenaran.

Semoga diri ini terus dimudahkan untuk bisa memahami hal-hal tersirat dalam hidup. Semoga hati ini dilembutkan sehingga mudah menerima kebenaran. Semoga lisan dan tangan ini juga mudah dikendalikan, agar tidak keluar kata-kata buruk yang menyakiti orang lain. Dan juga, menyakiti diri sendiri.


chitaka45:

image
image
image
image
image
image
image
image
image
image

京都 岩船寺 💙紫陽花💙

kyoto gansenji temple 💙hydrangeas💙


sederhana——indah:

Kadang-kadang melepaskan sesuatu tu tak susah pun. Yang buat hal tu susah ialah kita selalu rasa kita masih ada peluang, atau kita selalu rasa tak ada yang lebih baik di masa hadapan. Jangan macam tu. Allah kan ada? Yakinlah Dia akan bagi yang terbaik untuk kita.


2 years ago on 04/23/21

sederhana——indah:

No time like the present. We all should realize that. So live the moment. Be happy and pray for the best. Stop being afraid, stop thinking too much. Breath. Arrange whatever pieces that left. InshaAllah in time, we’ll be better. It is all about time. There is always time.


chitaka45:

image
image
image
image
image
image
image
image
image
image

城南宮の藤と躑躅

Wisteria, Azaleas and fresh green in Jonangu Shrine


Puasa Hari 11 

kurniawangunadi:

Berbuat baiklah kepada siapapun sampai-sampai kamu lupa pernah berbuat baik kepada mereka. Tidak ingat kalau pernah melakukan suatu kebaikan ke orang lain. 

Berdoalah yang banyak, sampai-sampai kamu juga lupa pernah berdoa tentang apa saja dan untuk siapa saja. Karena kita tidak tahu, doa mana yang akan terkabulkan.Dan kita juga tidak tahu, doa siapa yang akan dikabulkan.


23 April 2021 | ©kurniawangunadi


pondermythoughts:

Prophet Muhammad saw says, “If Allah wants to do good to somebody He afflicts him with trials.”

image

floralls:

Forde Abbey House and Garden, Chard by Annie Spratt



It’s nice when someone remembers small details about you.